MULAI MALAM INI 23 MEI 2008 PUKUL 24.00 WIB HARGA BBM NAIK

Posted on Mei 24, 2008
Filed Under BBM |

Sungguh sulit menjadi seorang presiden, dalam arti menempatkan diri sebagai seorang presiden di tengah-tengah masyarakat yang seluas Indonesia dengan beraneka ragam latar belakang.

Seperti kata pepatah semakin tinggi pohon tumbuh, maka semakin besar pulalah resiko terhempas angin sewaktu-waktu dan mengancam pohon tersebut tumbang.

Pernahkah terbersit dalam hati Saudara menjadi seorang Presiden dari kecil sampai saat ini?

Kalau itu sudah ada dalam pikiran Saudara-saudara, mungkin perlu dipertimbangkan kembali cita-cita tersebut sebelum masyarakat Indonesia berjiwa stabil.

Anda bisa membayangkan berapa cacian setiap hari yang didengar dari rakyat yang tidak puas dengan pelayanan dari pemerintah? Memang tidak serta-merta pemerintah harus memikul semua beban, justru rakyatlah yang harus bisa memikul semua beban negara ini untuk membantu pemerintah menuju kepemerintahan yang baik. Bagaimana caranya?

Ingat, presiden saat ini dipilih langsung oleh rakyat. Kenapa rakyat tidak bisa mempercayai pilihannya sendiri. Lantas ini salah siapa? Pikirkan sejenak!. Tugas presiden tidak hanya mengurusi soal BBM, banyak tugas yang harus diemban, BBM hanyalah salah satunya. Presiden kan juga manusia, jadi wajarlah kalau dalam pengambilan keputusan di mata rakyat/lawan partai tidak tepat dilain pihak (presiden) keputusan tersebut tepat dilakukan dengan segala resiko yang akan ditanggungnya.

Resiko dengan menaikkan BBM saat ini bisa saja untuk pemilu yang akan datang akan ditinggalkan oleh calon pemilihlah karena keputusan menaikkan BBM dianggap tidak tepat atau justru sebailknya, keputusan ini bisa saja menguntungkan. Kenapa bisa menguntungkan? Begini saja sebagai contoh hayalan saja, jika BBM telah naik saat ini dan pemilu yang akan datang misalkan presiden saat ini tidak terpilih lagi, yang untung justru presiden yang akan menjabat kemudian, karena tidak perlu lagi repot-repot menaikkan harga BBM lagi alias aman. Makanya jangan kepancing emosi saat ini, berpikirlah yang jernih dengan prasangka yang baik-baik. Demo-demo yang menimbulkan peristiwa berdarah sudah saatnya mulai dikurangi, mari kita semua belajar bersikap lebih arif dan bijak dalam menyikapi semua hal.

Aku hanya melihat dari layar televisi begitu antusianya para mahasiswa berdemo menolak kenaikan harga BBM, antrian panjang kendaraan di beberapa SPBU menjelang diumumkannya kenaikan harga BBM pada Tanggal 23 Mei 2008 pukul 24.00 WIB. Keluh kesah masyarakat yang tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Itu semua sudah sering kita dengar dan kita lihat, bosan sudah untuk membahasnya, berpikir yang sederhana saja, memang inflasi setiap tahun terjadi, mau apa lagi? BBM naik yang silakan saja, monggo, asalkan masih terjangkau oleh masyarakat. Kita percayakan kepada pemimpin negara kita yang paling banyak pemilih/suaranya sewaktu pemilu yang lalu.

Kita sadar dan sudah tahu dengan pasti. Iya dengan pasti karena sudah teruji dan manjur pada waktu-waktu terdahulu dengan mengikuti rumus klasik:

If
Harga BBM Naik,

Then Harga Sembako, Ongkos Angkutan, Ongkos Jahit, Ongkos Beli Buku, Ongkos lain-lain juga naik,

Else Namun disayangkan Gaji masih ketinggalan (kalau karyawan/kuli/apalah)

Solusinya apa? Belajar mulai jadi pengusaha alias pengusaha baru, bisa saja dengan melakukan:

  • Belajar menjadi tukang bangunan, siapa tahu nasib mujur jika sudah mendapatkan ilmunya suatu saat bisa menjadi bosnya tukang bangunan alias pemborong. Penyakitnya gengsi.
  • Belajar jadi tukang jual ayam goreng, siapa tahu nanti bisa mengelola bisnis ayam goreng sekelas 14045 itu. Penyakitnya gengsi.
  • Bisnis kecil-kecilan di internet, siapa tahu suatu sat menjadi jutawan seperti Bos ebay. Penyakitnya nggak ngerti.
  • Dan masih banyak lainnya.

Intinya penyakit gengsi mulai kita buang jauh-jauh, tidak cengeng, mari kita semua bangkit menuju masa depan, masa depan kita dan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Kita semua bisa dan mampu, kenapa tidak? Banyak orang tidak sekolahpun sukses, mampu melanjutkan hidupnya dengan layak dan gigih bertanggung jawab kepada keluarga. Anda yang bersekolah jangan mau kalah, jangan mau ketinggalan. Maju terus pantang mundur. Hidupmu adalah hidupmu, mau tidak mau harus tetap dijalani.

Giat bekerja, hasil memuaskan pasti membeli BBM tidak masalah lagi. Bukankah demikian?

Kerja keras, hasil memuaskan, bukankah membeli sembako tercukupi?

Ingat dan yakinlah Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan manusia.

Ngomong ngalor ngidul nggak jelas yo? Habis suntuk sih. Ada komentar silakan, bebas kok.

MasGiant

Comments

Leave a Reply